GUNUNG GAJAH

Gunung Gajah merupakan destinasi wisata yang telah akrab digunakan sebagai tempat berkemah yang menawarkan pemandangan luar biasa. Terletak di Dusun Munggu, Desa Gajah, Kecamatan Bungkal, Gunung Gajah berada 24 kilometer ke arah tenggara dari pusat kota Ponorogo atau sekitar 50 menit perjalanan. Akses menuju lokasi ini relatif mudah dicapai baik menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua. Bahkan jika anda berani dan cukup cekatan, anda dapat mencapai salah satu puncak Gunung Gajah dengan sepeda motor meskipun dengan track yang cukup menantang.

Gunung Gajah terkenal di kalangan fotografer karena lokasi ini dapat dikatakan sebagai tempat terbaik untuk menikmati pemandangan landscape Ponorogo. Jika anda camping di Gunung Gajah pada musim kemarau, anda dapat melihat kota Ponorogo yang penuh cahaya dari ketinggian. Selain itu, tengah malam menuju dini hari, anda juga dapat menyaksikan gugusan bintang-bintang galaksi bimasakti atau milky-way dengan sangat jelas. Saat pagi menjelang, anda juga akan dapat mengabadikan momen matahari terbit atau sunrise yang sempurna dari Gunung Gajah ini.

Di samping itu, terdapat satu puncak tertinggi di Gunung Gajah yang selalu tertutup awan. Puncak ini hanya dapat diakses dengan berjalan kaki dengan tanjakan yang cukup melelahkan. Jika anda beruntung, anda dapat mengabadikan foto di puncak tersebut yang seolah-olah berada di atas awan. Begitu mempesona!

 

TANAH GOYANG

Disebut Tanah Goyang karena kawasan lembah di lereng Gunung Wilis ini memang merupakan hamparan lembah yang tekstur tanahnya sangat lembek sehingga seolah bergoyang saat diinjak. Kawasan ini dulunya merupakan sebuah rawa yang ditumbuhi rerumputan lebat nan tinggi, yang kemudian mengendap menjadi tanah. Tanah Goyang berlokasi di Dukuh Pandan Sari, Desa Pudak, Kecamatan Pudak, berjarak 34 kilometer ke arah timur dari pusat kota Ponorogo atau sekitar 60 menit perjalanan. Jika anda berkunjung ke Air Terjun Pletuk, tak ada salahnya anda berkunjung kemari setelah itu. Kawasan Tanah Goyang dikelilingi bukit-bukit subur serta hutan pinus yang selalu diselimuti kabut tebal yang tentu saja sangat photogenic untuk diabadikan sebagai salah satu momen liburan anda ke Ponorogo.

 

GUNUNG BEDES

Satu lagi spot menarik bagi anda para pecinta fotografi landscape. Adalah Gunung Bedes, sebuah puncak bukit batu besar yang terletak di Dusun Buyut, Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko. Lokasi ini berjarak 32 kilometer ke arah tenggara dari pusat kota Ponorogo atau sekitar 1 jam perjalanan. Jika anda berkunjung ke air terjun Pletuk yang juga berlokasi di Kecamatan Sooko, tak ada salahnya setelah itu anda berburu pemandangan landscape alam Ponorogo di Gunung Bedes. Dinamakan Gunung Bedes karena di puncak bukit ini terdapat cukup banyak kera yang berkeliaran, sehingga masyarakat setempat menamainya demikian (bedes: kera).  Tenang saja, bersikaplah ramah dengan kera-kera yang anda temui maka mereka tak kan mengganggu anda saat berburu foto. Selamat mencoba!

 

TUMPAK PARE

Berlokasi di Desa Cepoko, Kecamatan Ngrayun, terdapat sebuah hamparan sabana di atas bukit bernama Tumpak Pare. Bukit Tumpak Pare yang terletak 37 kilometer ke arah selatan dari pusat kota Ponorogo, atau kurang lebih 70 menit perjalanan ini menawarkan pemandangan alam Ngrayun yang mempesona. Dipuncak bukitnya terdapat hutan pinus yang rindang sementara di padang rumputnya anda dapat menikmati pemandangan alam Ngrayun dari ketinggian yang penuh perbukitan. Dari Bukit Tumpak Pare wisatawan juga akan disuguhi pemandangan terasering persawahan yang cantik. Waktu terbaik untuk berkunjung ke destinasi wisata ini adalah di musim penghujan. Jadi, setelah dari Air Terjun Sunggah, jangan lupa ke Tumpak Pare, ya!

 

LIHAT FOTO-FOTO PESONA PETUALANGAN PONOROGO, klik disini